Kalkulator Pertumbuhan Investasi
Kalkulator bunga majemuk dan investasi gratis. Lihat bagaimana tabungan Anda tumbuh dari waktu ke waktu dengan bunga majemuk dan kontribusi bulanan rutin. Hitung imbal hasil investasi, bunga yang diperoleh, dan nilai portofolio akhir. Ideal untuk perencanaan pensiun, tujuan tabungan, dan membandingkan suku bunga.
| Jumlah Awal | Kontribusi | Pendapatan Investasi | Nilai Akhir |
|---|---|---|---|
Pertumbuhan Investasi Tahunan
| Tahun | Jumlah Awal | Kontribusi | Pendapatan Investasi | Nilai |
|---|
Pertumbuhan Investasi Bulanan
| Tanggal | Jumlah Awal | Kontribusi | Pendapatan Investasi | Nilai |
|---|
Alat Terkait
Lebih lanjut tentang Pertumbuhan Investasi
Bunga Majemuk
Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung atas pokok awal dan bunga yang terakumulasi dari periode sebelumnya. Rumus untuk bunga majemuk dengan pemajemukan bulanan adalah:
A = P(1 + r/n)^(nt)
Di mana A = jumlah akhir, P = pokok awal, r = suku bunga tahunan, n = frekuensi pemajemukan per tahun, dan t = jumlah tahun.
Kekuatan Waktu
Investasi Rp 500.000.000 pada imbal hasil tahunan 7% tumbuh menjadi Rp 983.575.679 dalam 10 tahun, Rp 1.934.842.234 dalam 20 tahun, dan Rp 3.806.127.505 dalam 30 tahun. Pertumbuhan semakin cepat karena bunga menghasilkan bunga. Inilah mengapa memulai lebih awal memiliki dampak yang sangat besar pada hasil jangka panjang.
Kontribusi Bulanan
Kontribusi rutin memperbesar efek pemajemukan. Menyumbang Rp 15.000.000 per bulan pada imbal hasil tahunan 7% selama 30 tahun menghasilkan nilai akhir sekitar Rp 18.300.000.000. Dari jumlah tersebut, hanya Rp 5.400.000.000 berasal dari kontribusi. Sisanya Rp 12.900.000.000 berasal dari imbal hasil pemajemukan. Lebih dari dua pertiga nilai akhir berasal dari imbal hasil investasi saja.
Aturan 72
Untuk memperkirakan berapa lama uang Anda berlipat ganda, bagi 72 dengan tingkat imbal hasil tahunan. Pada 6%, uang berlipat ganda dalam sekitar 12 tahun. Pada 8%, berlipat ganda dalam sekitar 9 tahun. Pada 10%, sekitar 7,2 tahun.
Imbal Hasil Riil vs. Nominal
Imbal hasil nominal adalah persentase keuntungan mentah. Imbal hasil riil mengurangi inflasi. Jika investasi menghasilkan 8% dan inflasi 3%, imbal hasil riil sekitar 5%. Saat merencanakan jangka panjang, gunakan imbal hasil riil untuk proyeksi daya beli masa depan yang lebih akurat.